Kamis, 21 Agustus 2014



Sebagai sebuah wadah, kemasan berfungsi sebagai pelindung bagi produk yang dikemas.Agar produk tidak tumpah, agar produk aman selama dalam pengiriman, agar produk dapat dipertahankan lebih lama masa kadaluarsanya.
Sebagai sebuah alat penjualan, kemasan berfungsi sebagai penarik daya beli konsumen.Mempengaruhi konsumen untuk mau melihat, memegang, kemudian membeli sebuah produk.
Gabungan dari kedua fungsi inilah, bentuk kemasan menjadi sangat penting guna memenuhi fungsi sebagai wadah sekaligus fungsi sebagai alat penjualan.Bentuk kemasan berperan penting untuk tercapainya 2 fungsi kemasan tersebut.Sehingga pada tahun 1970, Saccharow dan Griffin menggolongkan bentuk kemasan menjadi 3 jenis :
1. Rigid Packaging (Kemasan Tegak)
2. Semi Rigid Packaging (Kemasan Semi Tegak)
3. Flexible Packaging (Kemasan Lentur)
Kemasan seperti botol, kaleng, karton keras dan tebal, kemasan kayu dll termasuk jenis Rigid Packaging
Kemasan seperti kotak kertas karton, tabung aluminium, dll yang asalnya berdiri tegak namun dapat dilipat termasuk jenis Semi Rigid Packaging
Sedangkan kemasan plastik, amplop, kertas, dll yang bisa dilipat dan ditekuk dengan mudah termasuk dalam jenis Flexible Packaging
Masing-masing bentuk kemasan akan memiliki nilai keuntungan dan kerugian tersendiri.Khususnya menyangkut masalah distribusi dan pemajangan di sebuah rak, serta keamanan terhadap pencurian.
Untuk belajar lebih mendalam mengenai bentuk-bentuk kemasan, berjalan dan amati di rak sebuah supermarket …. bandingkan yang satu dengan lainnya.
Berdasarkan survei singkat ini, tentukan jenis kemasan yang kita pilih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar